Pengaruh Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) dan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Terhadap Belanja Modal di Kabupaten/Kota Sumatera Selatan

Authors

  • Aprianto Aprianto Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Zulkifli Zulkifli Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Edy Firza Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.35870/jemsi.v12i5.6921

Keywords:

Regional Original Revenue (PAD), Special Allocation Funds (DAK), Capital Expenditure

Abstract

This study aims to analyze the effect of Regional Original Revenue (PAD) and Special Allocation Funds (DAK) on Capital Expenditure in regencies and cities within South Sumatra Province. Capital Expenditure is a key indicator in measuring regional government performance in infrastructure development and public service delivery. The main sources of funding for Capital Expenditure come from PAD and central government transfers such as DAK. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the budget realization reports (APBD) of regencies/cities in South Sumatra for the period 2022–2023. The analysis method used is multiple linear regression to determine the extent to which PAD and DAK affect Capital Expenditure. The results show that partially, PAD has a significant positive effect on Capital Expenditure. Likewise, DAK also has a significant positive effect on Capital Expenditure. Simultaneously, PAD and DAK have a significant influence on Capital Expenditure in the regencies/cities of South Sumatra Province. These findings indicate that increasing regional fiscal capacity through PAD and optimizing the use of DAK can strengthen regional development financing.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Aprianto Aprianto, Politeknik Negeri Sriwijaya

    Program Studi Akuntasi Sektor Publik, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jln. Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Indonesia.

  • Zulkifli Zulkifli, Politeknik Negeri Sriwijaya

    Program Studi Akuntasi Sektor Publik, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jln. Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Indonesia.

  • Edy Firza, Politeknik Negeri Sriwijaya

    Program Studi Akuntasi Sektor Publik, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jln. Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Indonesia.

References

Adi, I. W. (2020). Keuangan Daerah dan Desentralisasi Fiskal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, Z. (2020). Teori dan Konsep Keuangan Publik. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. (2022). Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022–2023. Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan.

Bastian, I. (2017). Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Darise, N. (2018). Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta: Indeks.

Halim, A. (2018). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Hidayat, W. (2021). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal di Indonesia. Jurnal Keuangan Daerah, 10(2), 85–97.

Hill, H. (2004). Otonomi Daerah Perkembangan dan Tantangan di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Ismail, M. (2022). Desentralisasi Fiskal dan Otonomi Daerah. Surabaya: Laksana.

Kuncoro, M. (2020). Otonomi dan Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Kusumawardani, R. (2017). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 18(01), 1–9.

Mahmudi. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.

Mardiasmo. (2023). Akuntansi Sektor Publik (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit Andi.

Nasution, A. (2019). Evaluasi Dana Alokasi Khusus dalam Meningkatkan Belanja Modal Daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 14(3), 123–135.

Permendagri No. 77 Tahun (2020). tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Rahmawati, Y. (2023). Efektivitas Pemanfaatan DAK dalam Pembangunan Infrastruktur. Jurnal Administrasi Publik, 18(1), 34–46.

Republik Indonesia. (2021). Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Saputra, D. (2020). Analisis Belanja Modal dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Pemerintah Daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 9(1), 22–30.

Siregar, E., & Muda, I. (2020). Pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Daerah, 15(1), 45–56.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sularso, & Restianto, F. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sulistyowati, M. S., & Asmara, H. (2018). Pengaruh PAD, DAU, dan DAK terhadap Belanja Modal (Studi Empiris pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur). Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 7(5), 1–16.

Downloads

Published

2026-10-01

How to Cite

Aprianto, A., Zulkifli, Z., & Firza, E. (2026). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) dan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Terhadap Belanja Modal di Kabupaten/Kota Sumatera Selatan. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 12(5), 4108-4123. https://doi.org/10.35870/jemsi.v12i5.6921

Most read articles by the same author(s)