Penentuan Subjek Hukum dalam Sertipikat Hak Milik yang Berasal dari Tanah Ulayat Kaum (Studi terhadap Tanah Ulayat Kaum Suku Tanjuang Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35870/ljit.v4i2.8492

Keywords:

Customary Land, Hak Milik, Customary Law Community, Mamak Kepala Waris, Legal Certainty.

Abstract

Ulayat land is a form of communal land tenure in Minangkabau customary law. In land registration practice, communal ulayat land may be registered as ownership rights by naming certain individuals as rights holders. This raises questions about the legal status of certified ulayat land, the consequences of omitting the clan's name from the certificate, and legal certainty for members not named in it. Using normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches and qualitative analysis, this study examines these issues from national law and Minangkabau customary law perspectives. The results show that the Tanjung Clan's ulayat land, registered under Certificate of Ownership No. 329 of 1995, acquired ownership status under the regulations of the time, while the clan's communal relationship with the land remains recognized under customary law. The designation "mamak kepala waris" does not convert ownership rights into ulayat rights, since the clan leader's position differs from that of a registered rights holder. Administrative recognition rests on registered names, so unregistered members lack equal status, though their customary relationship with the land does not automatically cease. Clarifying the relationship among rights holders, the clan, and members is needed to ensure legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, C. (1999). Badan hukum. Alumni.

Asshiddiqie, J. (2012). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Konpress.

Harsono, B. (2008). Hukum agraria Indonesia. Djambatan.

Hasan, F. (1988). Dinamika masyarakat dan adat Minangkabau. Pusat Penelitian Universitas Andalas.

HS, S. (2017). Hukum pertanahan di Indonesia. Sinar Grafika.

Ismail, N. H. (2014). Peran hukum adat dalam pembangunan nasional. FH UGM Press.

Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Koesnoe, M. (1997). Hukum adat sebagai suatu model hukum. Mandar Maju.

Mahfud MD. (2010). Politik hukum di Indonesia. Rajawali Pers.

Mirwati, Y. (2001). Penyewaan tanah oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Rajawali Pers.

Muhammad, B. (2006). Asas-asas hukum adat. Pradnya Paramita.

Navis, A. A. (1984). Alam terkembang jadi guru. Grafiti.

Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2023 tentang Tanah Ulayat.

Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.

Santoso, U. (2015). Hukum agraria dan hak-hak atas tanah. Kencana.

Setiawan, I. K. (2020). Hukum agraria. Pustaka Reka Cipta.

Sodiki, A. (2012). Politik hukum agraria. Konstitusi Press.

Soekanto, S. (2007). Hukum adat Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Soepomo. (2014). Sistem hukum adat Indonesia. Pradnya Paramita.

Sumardjono, M. S. W. (2013). Tanah dalam perspektif hak menguasai negara. FH UGM.

Syarifuddin, A. (2017). Hukum adat Minangkabau. Andalas Press.

Ter Haar. (2011). Asas-asas dan susunan hukum adat. Balai Pustaka.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Warman, K. (1998). Konversi hak atas tanah ganggam bauntuak menurut UUPA di Sumatera Barat [Tesis, Universitas Gadjah Mada].

Warman, K., & Andora, H. (2014). Pola hubungan hukum dalam pemanfaatan tanah ulayat di Sumatera Barat. Mimbar Hukum, 24(3).

Published

2026-09-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Rahmadani, R., Warman, K., & Yasniwati, Y. (2026). Penentuan Subjek Hukum dalam Sertipikat Hak Milik yang Berasal dari Tanah Ulayat Kaum (Studi terhadap Tanah Ulayat Kaum Suku Tanjuang Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang). LANCAH: Jurnal Inovasi Dan Tren, 4(2), 518-536. https://doi.org/10.35870/ljit.v4i2.8492