Gagasan Pembubaran Lembaga Perwakilan dalam Sistem Pemerintahan Presidensil

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35870/ljit.v4i2.8295

Keywords:

Pembubaran Lembaga Perwakilan, Sistem Presidensial, Krisis Representasi, Referendum Rakyat.

Abstract

This study examines the possibility of dissolving representative institutions within a presidential system, using parliamentary and semi-presidential practices as comparative references. It is motivated by the crisis of representation, marked by declining legislative quality, elite dominance, and eroding public trust. Two questions are addressed: (1) the grounds and mechanisms for dissolving representative institutions in parliamentary and semi-presidential systems, and (2) the prospects for such dissolution within a presidential system. Employing a normative juridical method with statutory, comparative, and conceptual approaches, this research not only describes existing legal norms but also critically evaluates the adequacy of constitutional design in responding to democratic crises, focusing on the relationship between political legitimacy, institutional design, and constitutional flexibility. The findings show that in parliamentary and semi-presidential systems, dissolution functions as an inherent corrective mechanism for resolving political deadlock and governmental crises, exercised through the authority of the head of state or government to dissolve parliament and return the mandate to the people through elections. By contrast, the presidential system's rigid separation of powers tends to preclude such mechanisms, potentially preserving dysfunctional institutions without effective correction an absence that may reflect constitutional stagnation rather than democratic stability. Accordingly, a limited and carefully regulated dissolution mechanism, introduced through referendum-based constitutional amendment or a democratic evaluation model grounded in popular sovereignty, warrants consideration to prevent representational distortion.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Admin Universitas Siber Asia. (2024). Sistem pemerintahan di dunia. Universitas Siber Asia. https://unsia.ac.id/sistem-pemerintahan-di-dunia/

Associated Press. (2022, December 8). Peru's president ousted and arrested after he seeks to dissolve congress in political crisis. NBC News. https://www.nbcnews.com/news/us-news/peru-swears-first-female-president-constitutional-crisis-rcna60656

Atala, Andriyani, N., Azizah, A., Gultom, R. M., & Hafiz, M. (2024). Analisis birokrasi penegakan good governance: Studi kasus penegakan hukum MKD-RI terhadap pelanggaran anggota DPR-RI. Jurnal Kewarganegaraan, 8(2), 1331-1348.

Badan Pengkajian MPR RI. (2017). Pertanggungjawaban kepala pemerintahan dalam preferensi pemerintahan di beberapa negara. Badan Pengkajian MPR RI.

BBC. (2019, August 29). PM Inggris bekukan parlemen jelang Brexit: "Perampokan demokrasi" petisi publik, hingga pound anjlok. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-49467357

Bergolla, L. (2015). An introduction to Venezuelan governmental institutions and primary legal sources. Globalex NYU Law. https://www.nyulawglobal.org/globalex/venezuela1.html

Bisri, M. M. (2025). Redesain lembaga kepresidenan untuk mengatasi ketidakseimbangan kekuasaan eksekutif dan legislatif di Indonesia. Jurnal Konstitusi dan Demokrasi, 1(9), 1-15.

Cahyono, M., Zaini, S., & Indrawan, Y. (2017). Checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Badan Pengkajian MPR RI.

Danadireksa, H. (2007). Arsitektur negara demokratik. Fokusmedia.

Ensiklopedia Daring P2K. (2022). Sistem semi-presidensial. Universitas Stekom. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sistem_semipresidensial

Farabi, M. F. F., Shadr, M. B., Khalis, I., Salsabila, A. T., & Putri, S. K. (2025). Efektivitas fungsi pengawasan DPR di tengah koalisi gemuk. Jurnal Konstitusi & Demokrasi, 5(2), 78-92.

Fikri, S., Firmansyah, M., & Sabina, V. (2023). Penguatan sistem presidensial melalui penerapan ambang batas parliamentary threshold. Jurnal Sosial Humaniora Sigli (JSH), 6(2), 512-525. http://journal.unigha.ac.id/index.php/JSH

Haddon, C., & Lilly, A. (2018). Confidence motions and parliament. Institute for Government. https://www.instituteforgovernment.org.uk/article/explainer/confidence-motions-and-parliament

Hasmin, M. Y. (2017). Kualitas keterwakilan rakyat melalui Dewan Perwakilan Rakyat menurut sistem politik di Indonesia (Suatu kajian terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Jurnal Fakultas Hukum Universitas UMI Makassar, 19(2), 1-15. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/ishlah/article/view/7/5

Hikmawati, P. (2023). Menimbang kegentingan yang memaksa dalam penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Info Singkat, 15(1), 9-16.

Isra, S. (2010). Pergeseran fungsi legislasi: Menguatnya model legislasi parlementer dalam sistem presidensial Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Jimly Asshiddiqie. (2000). Pokok-pokok hukum tata negara Indonesia pasca reformasi. BIP.

Karomahudin Rizki Andinugroho. (2025, November 13). Pembubaran DPR, mungkinkah terjadi? Saat wakil rakyat justru melukai rakyat. Kunci Hukum. https://www.kuncihukum.com/artikelpage/236/pembubaran-dpr-mungkinkah-terjadi-saat-wakil-rakyat-justru-melukai-rakyat

KPU Papua Pegunungan. (2025). Demokrasi parlementer: Pengertian, ciri, aspek, prinsip, dan penerapannya di era modern. https://papuapegunungan.kpu.go.id/blog/read/683_demokrasi-parlementer-pengertian-ciri-aspek-prinsip-dan-penerapannya-di-era-modern

Mahfud MD, M. (2000). Dasar dan struktur ketatanegaraan Indonesia. UII Press.

Mahesa, D. J., & Salang, S. (2013). DPR offside: Otokritik parlemen Indonesia. PT Wahana Semesta Intermedia.

Muchlisin. (2019). Kedudukan serta fungsi DPR dalam sistem ketatanegaraan Negara Republik Indonesia. Jurnal Mimbar Yustitia, 3(3), 145-158.

Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (n.d.). Buku Ke-III Jilid Pertama (p. 540). Mahkamah Konstitusi RI. https://www.mkri.id/public/content/infoumum/naskahkomprehensif/pdf/naskah_Naskah%20Komprehensif%20Buku%203%20Jilid%201.pdf

Nuraidah, S., Hidayat, R., & Kusuma, A. (2025). Amandemen konstitusi dalam negara demokratis: Studi perbandingan sistem presidensial dan parlementer. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(2), 87-102.

Pamungkas, M. B. (2026, June 12). 5 tuntutan demo BEM UI hari ini, dari turunkan harga BBM hingga stop MBG. Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/12/14540681/5-tuntutan-demo-bem-ui-hari-ini-dari-turunkan-harga-bbm-hingga-setop-mbg

PSHK. (2026). Tolak RUU POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia) yang menjadikan POLRI lembaga "superbody" dan gagal mendesain perbaikan fundamental. Pusat Studi Kajian Hukum & Kebijakan Indonesia. https://pshk.or.id/publikasi/tolak-ruu-polri-kepolisian-negara-republik-indonesia-yang-menjadikan-polri-lembaga-superbody-dan-gagal-mendesain-perbaikan-fundamental/

Radis Bastian. (2015). Sistem-sistem pemerintahan sedunia. IRCiSoD.

Redaksi Great Publisher. (2009). Buku pintar politik, sejarah, pemerintahan, dan ketatanegaraan. Jogja Great Publisher.

Rivaldi G. Ahmad, & Bivitri Susanti. (2001, June 27). Pembubaran DPR secara konstitusional. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/pembubaran-dpr-secara-konstitusional-hol1816/?page=3

Saldi Isra. (2010). Pergeseran fungsi legislasi: Menguatnya model legislasi parlementer dalam sistem presidensial Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Setyaningrum, M. (2010). Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam upaya penyelesaian pembubaran partai politik dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia [Tesis doktoral, Universitas Islam Indonesia].

Songga Aurora Abadi. (2022). Mekanisme penetapan ambang batas (threshold) terhadap stabilitas sistem presidensial dan sistem multipartai sederhana di Indonesia. Jurnal Konstitusi dan Demokrasi, 2(1), 10-35. https://doi.org/10.7454/jkd.v2i1.1202

Sony, E., Santoso, B., & Prabowo, A. (2025). Kewenangan konstitusional presiden dalam pembubaran DPR: Studi perbandingan sistem presidensial dan parlementer. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(9), 1125-1140.

Syarifudin, T. (2025, September 10). Mahasiswa demo di DPR, desak 17+8 tuntutan rakyat dipenuhi. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-8103479/mahasiswa-demo-di-dpr-desak-17-8-tuntutan-rakyat-dipenuhi

Teja Maulana Hakim. (2025). Gelombang protes "Bubarkan DPR" menggema: Membedah trias politica, sejarah, dan kemustahilan pembubaran parlemen. Universitas Internasional Batam. https://www.uib.ac.id/protes-bubarkan-dpr-2025-trias-politika/

Tim Redaksi. (2025, May 15). Mengapa ramai-ramai muncul penolakan terhadap RKUHAP. Kompas.id. https://share.google/PrwsidZQZReaKYEVq

Tim Redaksi. (2026, June 10). Mengapa RUU Polri yang baru disahkan pemerintah dan DPR dinilai kontroversial. Kompas Brief. https://www.kompas.id/artikel/mengapa-ruu-polri-yang-baru-disahkan-pemerintah-dan-dpr-dinilai-kontroversial

Titik Tri Wulan Titik. (2010). Konstruksi hukum tata negara Indonesia pasca amandemen UUD 1945. Prenada Media.

Umboh, C. J. (2020). Penerapan konsep trias politica dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia. Journal Lex Administratum, 8(1), 45-56.

Published

2026-08-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

Amri, H., Yuliandri, Y., & Fahmi, K. (2026). Gagasan Pembubaran Lembaga Perwakilan dalam Sistem Pemerintahan Presidensil. LANCAH: Jurnal Inovasi Dan Tren, 4(2), 58-72. https://doi.org/10.35870/ljit.v4i2.8295