Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pemerintah Provinsi Jawa Barat)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35870/jemsi.v10i3.2448

Keywords:

Rasio Keuangan; Kinerja Keuangan; Keuangan Pemerintahan

Abstract

Kinerja keuangan daerah yang baik dapat dilihat dari kemandirian pemerintah dalam membiayai program pemerintah, efektivitas dalam menggali potensi kinerja daerah, ketergantungan terhadap pemerintah pusat yang lebih rendah, dan porsi yang lebih besar dari PAD dalam pembiayaan pembangunan di daerah. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki kemandirian keuangan yang sangat baik dan tidak berpacu atau ketergantungan pada pendanaan pusat, namun pada tahun 2019, Indonesia terkena wabah Covid 19 yang membuat Pendapatan Asli daerah mengalami penurunan dikarenakan banyak jenis usaha yang terhenti, pendapatan pajak berkurang karena ada program Insentif Pajak sebagai bentuk Pemulihan Ekonomi Nasional. Hal tersebut berdampak pada kondisi keuangan provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio pemerintah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan pemerintah provinsi Jawa Barat periode 2018-2022. Rasio pemerintah tersebut diantaranya rasio desentralisasi fiskal, rasio ketergantungan keuangan, rasio efektivitas PAD, dan rasio belanja modal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana akan dilakukan analisis data keuangan realisasi anggaran menggunakan rumus dan mengacu pada skala interval menurut teori mahmudi, dan penelitian ini menggandeng Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai tempat berlangsungnya penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwasannya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ini juga ikut terkena dampak dari wabah covid 19 pada kinerja keuangannya karena dapat dilihat dari pendapatan asli daerah yang turun pada tahun 2020. Namun kendati demikian, Provinsi Jawa Barat masih menempati kriteria sangat baik dalam nilai rasio desentralisasi fiskal, kemudian juga masih menunjukan bahwa Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tidak terlalu tergantung pada pendanaan pusat untuk membiayai belanja pemerintahan, juga pendapatannya masih masuk dalam kategori yang efektif. Namun masih ada ketidak seimbangan dalam pengalokasian dana antara belanja modal dengan belanja operasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Halim. A, d. K. (2018). Teori, Konsep, dan Aplikasi Akuntansi dan Sektor Publik. Salemba : Salemba Empat.

Indramawan. (2018). Impact of Financial Performance of Local Goverments on Human Development Index in Papua . Simposium Nasional Keuangan Negara.

Mahmudi. (2016). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. UPP STIM YPKN.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik, Edisi Terbaru. Penerbit Andi.

Muda. I ., d. N. (2018). Variables influencing Allocation of Capital Expenditure in Indonesia. IOP Conferences Series: Earth and Environtmental Science.

Negara, D. U. (2021, Oktober 29). https://peraturan.bpk.go.id/Details/185162. Retrieved from JDIH Database Peraturan: https://peraturan.bpk.go.id

Prima, P. I. (2020, April 6). Media Komunitas Perpajakan Indonesia. Retrieved from Ortax: https://datacenter.ortax.org/ortax/aturan/show/17006

Susanto, H. (2019). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Mataram. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis.

Zulkarnain, Z. (2020). Analisis Rasio Keuangan Daerah Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. CAKRAWALA - Repositori IMWI.

Downloads

Published

2024-06-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dian Anita, & Octavianidori, I. (2024). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pemerintah Provinsi Jawa Barat). JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 10(3), 1790-1802. https://doi.org/10.35870/jemsi.v10i3.2448

Most read articles by the same author(s)