Analisis Perbandingan Komparatif Badan Hukum Koperasi Dan Koperasi Merah Putih

Main Article Content

Alysya Sabrina
Mahlil Adriaman

Abstract

This study presents a comparative analysis between cooperatives as legal entities and Koperasi Merah Putih, revealing that both share the same fundamental legal foundation. A cooperative is defined as a legal business entity grounded in the principle of kinship (asas kekeluargaan) and oriented toward improving members' welfare, as regulated under Law Number 25 of 1992 concerning Cooperatives. Koperasi Merah Putih, while remaining subject to the same cooperative regulatory framework, places greater emphasis on nationalism, economic self-reliance, mutual cooperation (gotong royong), and the empowerment of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Both entities apply core cooperative principles, including voluntary and open membership, democratic management, and the fair distribution of surplus results (sisa hasil usaha) among members. The findings indicate that the primary distinctions between the two lie not in their legal structure, but in their orientation, identity, and development strategies. Based on these findings, it can be concluded that Koperasi Merah Putih represents a contextual development of the conventional cooperative concept, one that reinforces national values and local economic identity while preserving its essential role as a legal entity rooted in the principles of people-based economics (ekonomi kerakyatan).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Sabrina, A., & Adriaman, M. (2026). Analisis Perbandingan Komparatif Badan Hukum Koperasi Dan Koperasi Merah Putih. LANCAH: Jurnal Inovasi Dan Tren, 4(2), 105-114. https://doi.org/10.35870/ljit.v4i2.8341

References

Ahmad, A., Lubis, M. R., & Nasution, F. (2024). Buku ajar metode penelitian dan penulisan hukum. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Andriyansyah, A., Armansyah, A., & Heriyanto, H. (2026). The legal relationship between Merah Putih Cooperative & village-owned enterprises. Jurnal Akta, 13(2), 237-255. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/akta/article/view/52836

Arifin, A., & Mashdurohatun, A. (2025). Legal analysis of the formation of regulations red and white cooperative to improve the welfare of village communities. Rato Lingga Law Journal, 4(1). https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/rlj/article/view/51011

Arzewiniga, F., & Zulkarnain. (2025). Tantangan dan peluang kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih. Jurnal Manajemen dan Inovasi, 6(2), 145–158.

Endraswara, S. (2006). Metode, teori, teknik penelitian kebudayaan. PT Agromedia Pustaka.

Fajar, A. N., Wahyuni, M. C. Y., Megawati, R., & W. A., D. A. L. (2024). Penerapan tata kelola koperasi yang baik (Good Cooperative Governance/GCG). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Fanggi, P. A. L., & Evangelista, B. (2025). Kedudukan hukum Koperasi Merah Putih. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(1), 78–89.

Herawati, N. R., & Sari, S. R. K. (2021). Manajemen koperasi jasa keuangan (KJK) berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Penerbit Lakeisha.

Hukumonline. (2025, July 15). Koperasi Merah Putih dan risiko kriminalisasi kepala desa: Ketika desain kebijakan mendahului kepastian hukum. https://www.hukumonline.com/berita/a/koperasi-merah-putih-dan-risiko-kriminalisasi-kepala-desa--ketika-desain-kebijakan-mendahului-kepastian-hukum-lt6a0ec9142705b/

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023, September 18). Perolehan status badan hukum koperasi. JDIH Kementerian Koperasi.

Kholimin, & Wijaya, A. (2020). Tinjauan yuridis tanggung jawab pengurus koperasi. Jurnal Juristic, 1(2), 201–215.

Maryam, R. (2025). Pendirian Koperasi Desa Merah Putih ditinjau dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Jurnal Penelitian Hukum Galunggung, 2(2), 17–30.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Mulyadi, H., Suhendar, A., & Rahayu, S. (2025). Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods: Menyusun metodologi penelitian yang komprehensif. PT Adab Indonesia.

Octavia, M., & Tjandra, W. R. (2026). Auditing informal institutions: The accountability paradox of public funds in village cooperatives and the limits of supreme audit authority in Indonesia. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 14(2), 153–177. https://doi.org/10.24252/al-daulah.v14i2.57614

Pasaribu, R. I., & Kusmilawaty. (2024). Analisis peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya (Studi kasus pada Koperasi Pegawai Negeri Pemerintah Kota Medan). Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA), 2(2), 359–368.

Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengesahan Badan Hukum Koperasi.

Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Perkoperasian.

Ridlwan, M. P. Z. M. (2026). Mekanisme kepailitan Koperasi Merah Putih dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 8(1), 45-68. https://jurnalfsh.uinsa.ac.id/index.php/maliyah/article/view/3352

Suyanto, B. (2022). Metode penelitian hukum: Pengantar penelitian normatif, empiris dan gabungan. Unigres Press.

Tim Hukumonline. (2022, July 4). Dasar hukum koperasi, syarat pembentukan, dan ketentuan lainnya. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Widodo, Z. D., Saputra, A., & Hidayat, R. (2022). Manajemen koperasi dan UMKM. Widina Bhakti Persada.

Yewang, M. U. K. (2022). Kewajiban dan hak anggota koperasi. Journal Economic Education, Business and Accounting (JEEBA), 1(2), 55–59.

Yuvanda, S., & Rachmad R., H. M. (2021). Ekonomi koperasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.