Optimalisasi Peran Keluarga Melalui Program Skoci (Skrining Komplikasi dan Cegah Infeksi) Dalam Perawatan Paliatif Luka Kaki Diabetik di Daerah Pesisir

Authors

  • Usman Usman Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah kalimantan Barat
  • Cau Kim Jiu Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Ridha Mardiani Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Sriwara Fionita Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.35870/jpmn.v6i2.7405

Keywords:

Caregiver, Coastal Area, Diabetic Foot Ulcer, Palliative Care, SKOCI Program

Abstract

The incidence of advanced-stage Diabetic Foot Ulcers (DFU) requiring a palliative care approach among patients with Type 2 Diabetes Mellitus has escalated significantly in coastal areas. Coastal environmental characteristics—such as high humidity, high water salinity, and limited geographical access to referral healthcare centers—serve as primary risk factors for secondary infections that often lead to amputation. During the palliative phase, optimizing the role of the family as the primary caregiver is crucial for maintaining the patient's quality of life through home-based self-care. This Community Service (PKM) initiative aims to optimize family roles and capacity by implementing the innovative SKOCI program (Complication Screening & Infection Prevention) within the context of palliative DFU care in coastal regions. The activity was conducted in person on May 18, 2026, at the Batu Ampar Community Health Center (Puskesmas) in Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The 28 participants included family members acting as primary caregivers, community health volunteers, and practicing nurses from the health center. The intervention employed a comprehensive approach involving structured education, workshops on the early detection of systemic and local complications using the SKOCI assessment tool, training on palliative wound-cleansing techniques utilizing safe, locally sourced coastal materials, and psychosocial support. Program evaluation utilized knowledge-level questionnaires, a caregiver self-efficacy scale, and psychomotor observation sheets (pre-test and post-test). Evaluation results demonstrated a significant increase (p < 0.05) in the knowledge of diabetic patients' families regarding palliative care. Families' psychomotor skills in detecting clinical signs of infection improved by 58%, and their self-efficacy in ensuring physical comfort for palliative patients rose by 64%. The SKOCI program facilitates the early detection of critical wound conditions independently within coastal households. The SKOCI program has proven effective in enhancing family independence and self-efficacy, mitigating the risk of nosocomial or secondary infections, and improving the quality of life for patients with advanced chronic kidney disease (CKD) requiring palliative care in coastal areas with limited access to secondary healthcare.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Usman Usman, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah kalimantan Barat

    Nursing Study Program, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia

  • Cau Kim Jiu, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

    Nursing Study Program, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia

  • Ridha Mardiani, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

    Nursing Study Program, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia

  • Sriwara Fionita, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

    Nursing Study Program, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, Indonesia

References

Anggraini, D., & Wijaya, S. (2023). Tantangan pemenuhan logistik medis dan alat kesehatan habis pakai di fasilitas pelayanan kesehatan primer daerah terpencil dan kepulauan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 26(2), 115–122. https://doi.org/10.22146/jmpk.v26i2.7845

Anwar, K., Nurrachmawati, A., & Handayani, R. (2024). Karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat kepatuhan manajemen mandiri penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah pesisir Kalimantan Barat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 34–43. https://doi.org/10.7454/ jki.v27i1.1209

Fauzi, A., & Siregar, M. (2025). Modifikasi balutan luka konvensional menjadi modern dressing berbasis bahan lokal ekonomis untuk penanganan ulkus diabetikum di puskesmas pedalaman. Jurnal Ilmiah Keperawatan Komunitas, 13(2), 89–97.

International Diabetes Federation [IDF]. (2022). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI]. (2023). Pedoman nasional pelayanan kedokteran: Tata laksana komplikasi ulkus diabetikum dan tata laksana kaki diabetik holistik. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.

Kristian, R., & Hartati, S. (2024). Hubungan antara dukungan emosional keluarga (caregiver) dengan tingkat kecemasan eksistensial pada lansia penderita luka kronis diabetes melitus. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(3), 411–418. https://doi.org/10.26714/jkj.v12i3.13442

Mardiana, E., & Utami, K. D. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi self-care behavior pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan teori kognitif sosial Albert Bandura. Journal of Holistic Nursing Science, 10(1), 56–67. https://doi.org/10.31603/nursing.v10i1.8122

Nurasiah, A., & Wijaya, I. (2025). Pengaruh resiliensi spiritual terhadap penekanan sekresi kortisol dan kecepatan proliferasi jaringan pada pasien ulkus diabetikum. Jurnal Keperawatan Klinis Indonesia, 14(2), 112–119.

Pradana, A., & Lestari, P. (2024). Efektivitas penerapan low-cost tele-nursing berasaskan aplikasi pesan instan terhadap kepatuhan perawatan luka kaki diabetik di daerah kepulauan terpencil. Jurnal Teknologi Kesehatan Digital, 5(2), 73–81. https://doi.org/10.35842/jtkd.v5i2.322

Pratiwi, L. N., & Setiawan, A. (2022). Gambaran tingkat efikasi diri pasien diabetes melitus dalam melakukan perawatan kaki mandiri untuk mencegah ulkus diabetikum di rumah. Indonesian Journal of Nursing Health Science, 7(2), 131–140.

Putra, A. D., & Handayani, S. (2025). Pengembangan model peer-support group berbasis komunitas lokal di daerah kepulauan untuk penanggulangan penyakit tidak menular kronis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 9(1), 45–52.

Rizal, M., & Amin, M. (2024). Analisis hambatan geografis dan cuaca ekstrem terhadap askesibilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kepulauan Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 201–209. https://doi.org/10.22146/jkki.v11i3.9103

Sari, N. P., Utami, T., & Setiawan, B. (2022). Efikasi diri dan perilaku perawatan mandiri (self-care behavior) pasien diabetes melitus dengan luka kaki diabetik (LKD). Journal of Holistic Nursing Science, 9(2), 88–96. https://doi.org/10.31603/nursing.v9i2.6455

Siregar, R. (2023). Beban psikologis caregiver keluarga dalam merawat pasien dengan luka kronis gangren diabetes melitus di lingkungan rumah tangga. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(4), 345–352. https:// doi.org/10.26714/jkj.v11i4.11902

Suharto, T., & Wulandari, R. (2024). Dampak kelembapan balutan (moist wound healing) pada perawatan luka kaki diabetik menggunakan kombinasi material sediaan lokal terhadap kenyamanan fisik pasien. Jurnal Luka Indonesia, 10(1), 15–24.

Wibowo, T., & Hasanah, U. (2024). Korelasi resiliensi spiritual dengan kualitas hidup (quality of life) pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Jurnal Psikologi Kesehatan Spiritual, 6(2), 102–111.

Yusuf, M., & Kurniawan, A. (2024). Optimalisasi peran perawat komunitas lini depan dalam pendampingan peer-support group penderita penyakit kronis di daerah pesisir kepulauan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 10(1), 28–37. https://doi.org/ 10.22146/jpkm.v10i1.8901

Zulkarnain, E., & Rahmawati, I. (2023). Efektivitas pelatihan asuhan paliatif berbasis keluarga terhadap penurunan distress emosional pada penderita ulkus diabetikum terminal. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(2), 145–154.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Usman, U., Jiu, C. K., Mardiani, R., & Fionita, S. (2026). Optimalisasi Peran Keluarga Melalui Program Skoci (Skrining Komplikasi dan Cegah Infeksi) Dalam Perawatan Paliatif Luka Kaki Diabetik di Daerah Pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN), 6(2), 308-316. https://doi.org/10.35870/jpmn.v6i2.7405

Most read articles by the same author(s)